Sastra Aceh dan Pancasila: Membangun Generasi 4C melalui Lensa Etnolinguistik

Rp80.000
Out of stock

Kepengarangan:
Eli Nurliza, S.Pd., M.Pd.,
Dr. Faisal, S.Pd., M.Pd.,
Dr. Kastam Kamsyi, M.Ed.

Editor:
Nurul Azmi, S.Pd., M.Pd.
Junaidi, S.Pd., M.Pd.
Irwan, M.S.I.

ISBN:
Dalam pengajuan ISBN

Ukuran:
15,5 x 23 cm

Jumlah halaman:
viii, 65 hlm.

Terbit:
Juli 2025

Out of stock

Description

Bahasa dan budaya merupakan elemen penting dalam pembentukan identitas suatu bangsa. Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menyimpan nilai-nilai, norma, serta cara pandang masyarakat. Budaya, di sisi lain, mencerminkan pengalaman, tradisi, dan keyakinan kolektif. Keduanya saling terikat, di mana bahasa menjadi representasi budaya, dan budaya hidup melalui bahasa.

Dalam konteks antropologi linguistik, bahasa dianggap sebagai refleksi budaya. Masyarakat Aceh, misalnya, mengekspresikan nilai religius, gotong royong, serta penghormatan terhadap orang tua dan guru melalui sastra lisan seperti syair dan hikayat. Sastra lisan ini merupakan warisan budaya tak benda yang berfungsi mewariskan identitas dan nilai-nilai lokal. Namun, keberadaannya semakin terpinggirkan oleh perkembangan budaya digital, padahal memiliki potensi besar dalam pendidikan karakter.

Pancasila sebagai dasar ideologi bangsa juga tercermin dalam sastra Aceh, melalui narasi yang mengandung nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi, dan Keadilan. Oleh karena itu, pendekatan etnolinguistik sangat relevan dalam pendidikan untuk menanamkan kembali kesadaran ideologis melalui budaya lokal.

Buku Sastra Aceh dan Pancasila: Membangun Generasi 4C melalui Lensa Etnolinguistik membahas hubungan erat antara bahasa, budaya, sastra, dan ideologi. Dengan menggali nilai-nilai dalam sastra lisan Aceh dan mengintegrasikan prinsip 4C, buku ini menjadi referensi penting dalam penguatan pendidikan karakter berbasis budaya lokal.

Additional information

Weight 250 g

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Sastra Aceh dan Pancasila: Membangun Generasi 4C melalui Lensa Etnolinguistik”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *