Ilusi Kebebasan: Saat Laissez-Faire adalah Kedok dari Ketidakmampuan Memimpin
Kepengarangan:
Wijil Nugroho, S.E., M.B.A.
Dr. M. Rachman Mulyandi, S.E., M.B.A.
Dr. Leo Alexander Tambunan, S.E., M.M.
Paulus Yulius Fanggidae, S.E., M.M.
Editor:
–
ISBN:
978-623-174-998-7
Ukuran:
15,5 x 23 cm
Jumlah halaman:
xiv, 337 hlm.
Terbit:
Desember 2025
#untuk pembelian buku silakan kontak kami via whatsapp#
Description
Universitas menerapkan prinsip laissez-faire dengan memberi otonomi penuh pada setiap fakultas, berharap persaingan mendorong inovasi. Beberapa fakultas dengan sumber daya kuat dan kepemimpinan visioner berkembang, namun fakultas lain yang kurang populer atau lemah justru tertinggal. Muncul perebutan anggaran, duplikasi program, dan penurunan kualitas di fakultas yang kurang beruntung. Alih-alih harmoni, “tangan tak terlihat” menciptakan fragmentasi dan ketimpangan yang merusak reputasi universitas. Kegagalan ini menegaskan bahwa tanpa intervensi strategis untuk menjaga keadilan distribusi sumber daya dan standar kualitas, otonomi laissez-faire justru menghasilkan dampak suboptimal.
Menantang glorifikasi kebebasan tanpa arah yang kerap disambut tepuk tangan dalam wacana kepemimpinan modern. Ditujukan bagi akademisi, profesional, dan pengambil kebijakan, buku ini mengajukan satu pertanyaan, benarkah non-intervensi adalah bentuk kepercayaan, atau justru tameng bagi para pemimpin yang enggan memikul tanggung jawab?
Dengan mengurai fondasi filosofis, kritik ekonomi-politik, hingga analisis psikologi kepemimpinan, buku ini menunjukkan bagaimana laissez-faire sering menjadi mitos yang menyesatkan. Pembaca diajak menelusuri kegagalan pasar, pasifitas kebijakan publik, hingga kasus-kasus nyata dari runtuhnya sistem yang terlalu percaya pada “tangan tak terlihat.” Dari krisis keuangan global hingga kegagalan respons bencana, bukti empiris menunjukkan bahwa absennya intervensi bukanlah netralitas—melainkan keputusan berisiko tinggi.
Cuplikan dari berbagai studi kasus, analisis etika kekuasaan, hingga model kepemimpinan proaktif menghadirkan gambaran komprehensif tentang apa yang hilang ketika pemimpin memilih diam. Pada akhirnya, buku ini menawarkan sebuah manifesto kepemimpinan abad ke-21—seruan untuk bertindak, untuk berani hadir, dan untuk memimpin dengan penuh tanggung jawab.
Additional information
| Weight | 250 g |
|---|








Reviews
There are no reviews yet.