Jejak Anyaman di Era Digital : Perpustakaan Sebagai Penjaga Kearifan Lokal Kalimantan Selatan
Kepengarangan:
Fahruraji
Asnah
Noorliana
Rahmina Andriani
Editor:
Noer Komari
ISBN:
Dalam Pengajuan
Ukuran:
15,5 x 23 cm
Jumlah halaman:
viii, 146 hlm
Terbit:
Agustus 2026
#untuk pembelian buku silakan kontak kami via whatsapp#
Description
Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan budaya yang sangat besar. Ribuan pulau, ratusan kelompok etnis, dan beragam bahasa daerah telah melahirkan berbagai bentuk budaya yang unik dan bernilai tinggi. Keanekaragaman tersebut merupakan warisan berharga yang tidak hanya merepresentasikan identitas masyarakat, tetapi juga menyimpan pengetahuan, nilai, dan ingatan kolektif yang perlu diwariskan kepada generasi mendatang.
Buku Jejak Anyaman di Era Digital: Perpustakaan sebagai Penjaga Kearifan Lokal Kalimantan Selatan mengajak pembaca melihat kembali posisi perpustakaan di tengah perubahan teknologi dan tantangan pelestarian budaya. Berangkat dari tradisi anyaman dan kekayaan budaya Banjar, buku ini membahas bagaimana perpustakaan dapat bertransformasi dari sekadar tempat penyimpanan buku menjadi pusat pengetahuan digital sekaligus penjaga memori kolektif masyarakat.
Melalui pembahasan mengenai digitalisasi kearifan lokal, repositori budaya, kecerdasan buatan, dan keterlibatan komunitas, buku ini menawarkan perspektif tentang pemanfaatan teknologi untuk mendokumentasikan, mengakses, dan menghidupkan kembali pengetahuan lokal. Lebih dari sekadar upaya konservasi, digitalisasi diposisikan sebagai strategi agar kearifan lokal tetap relevan, mudah dipelajari, dan dapat menjangkau generasi baru.
Buku ini menjadi referensi bagi mahasiswa, akademisi, pustakawan, pemerhati budaya, pemerintah, komunitas, serta siapa pun yang peduli terhadap masa depan budaya Kalimantan Selatan di era digital.
Additional information
| Weight | 250 g |
|---|








Reviews
There are no reviews yet.