SMART SUSTAINABLE CITY Surakarta dan Semarang
Kepengarangan:
Prof. Dr. Ars. Ir. Avi Marlina, S.T., M.T.
Tri Joko Daryanto, S.T., M.T.
Prof. Dr. Ir. Murtanti Jani Rahayu, S.T., M.T.
Prof. Dr. Ir. Atik Suprapti, M.T.
Maura Daniella Putri Widyasari
Benediktus Totti Sugiarto
Editor:
Stefani Ester Natania
Salwa Rahmanisa
Natanael Kencana Adi Pamungkas
ISBN:
Dalam Pengajuan
e-ISBN:
Dalam Pengajuan (pdf)
Ukuran:
21,5 x 33 cm
Jumlah halaman:
xvi, 506 hlm.
Terbit:
April 2026
#untuk pembelian buku silakan kontak kami via whatsapp#
Description
Buku ini membahas tentang Smart City sebagai salah satu strategi pembangunan yang banyak diaplikasikan pada berbagai kota di seluruh dunia. Konsep Smart City digunakan untuk meningkatkan efektivitas faktor produksi modern di perkotaan yang terintegrasi dengan teknologi informasi dan komunikasi. Popularitas model Smart City mengalami peningkatan seiring dengan perkembangan jaringan komunikasi global, teknologi jarak jauh, kemunculan masalah lingkungan, dan krisis energi.
Buku ini juga membahas tentang pendalaman aplikasi teknologi dalam sektor kehidupan masyarakat perkotaan di Indonesia yang berfokus pada integrasi kerangka Giffinger yang sejalan dengan konsep Smart Sustainable City dan IndiTeCultural. Instrumen kerangka ini diolah dengan pendekatan IndiTeCultural yang menambahkan faktor individu, teknologi, dan budaya dalam pembangunan kota berkelanjutan.
Penulis menjelaskan bahwa Kota Surakarta dan Semarang, sebagai Kota Heritage menjadi rujukan bagi penilaian Smart City Readiness pada kehidupan kota cerdas yang berbudaya. Penelusuran mengenai kesiapan daerah dalam menjalankan transformasi digital dilakukan dengan memperhatikan kesiapan struktur, infrastruktur, dan suprastruktur. Di samping itu, kesiapan daerah menuju status Kota Cerdas juga diamati melalui beberapa dimensi kehidupan kota modern, diantaranya; smart economy, smart environment, smart governance, smart living, smart mobility, dan smart people.
Selain itu, buku ini juga membahas tentang sektor-sektor kehidupan kota cerdas berkelanjutan terdiri atas beragam bidang kompleks yang memiliki tingkat urgensi yang berbeda, sehingga memerlukan adanya pemeringkatan sektor prioritas dengan indeks komposit. Langkah pemeringkatan ini dijalankan dengan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menilai bobot signifikansi masing-masing sektor. Penilaian ini dilakukan dengan melibatkan beberapa pakar yang membagikan pandangannya dengan pair-wise comparison.
Perbandingan kesiapan sektor tersebut dilengkapi dengan Integrated Sustainability-Cultural Urban Index (ISCUI) yang menunjukkan bahwa Kota Semarang unggul dengan skor sebesar 68.487 persen, mencerminkan fondasi infrastruktur dan implementasi yang lebih matang dibandingkan Surakarta dengan skor 61.560 persen. Namun demikian, Surakarta menunjukkan keunggulan signifikan pada dimensi Smart Living, menegaskan fokusnya pada kesejahteraan dan kualitas hidup warga. Temuan ini memberikan gambaran tentang posisi relatif kedua kota serta arah pengembangan Smart City yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan budaya lokal.
Additional information
| Weight | 250 g |
|---|








Reviews
There are no reviews yet.