BUDAYA MASA DEPAN DAN CULTURAL INTELEGENCE: Menuju Arsitektur Transkultural
Kepengarangan:
Ni Ketut Agusintadewi,
Atie Ernawati, Cynthia Puspitasari,
Muhammad Imam Faqihuddin,
Anggun Aprilia Sani,
Rosalia Rachma Rihadiani,
I Putu Gede Suyoga,
Dhini Dewiyanti, Tri Widianti Natalia,
Claudia Olla Mandayu, Steffany Hartono,
Husna Izzati,
Agus Dharma Tohjiwa,
Julia Dewi, Bianda Christabel Pingkan Wantah, Riela Provi Drianda,
Rachmita Maun Harahap, Andjar Widajanti
Editor:
Ch. Koemartadi
ISBN:
Dalam pengajuan
e-ISBN:
Dalam pengajuan
Ukuran:
22 x 20 cm
Jumlah halaman:
xii, 432 hlm
Terbit:
Agustus 2026
#untuk pembelian buku silakan kontak kami via whatsapp#
Description
Kekayaan arsitektur lokal yang tersebar dari Sabang hingga Merauke kita punya masa depan yang gemilang ditengah oleh arus global yang melanda dunia saat ini dan kita jaga jangan sampai ragam kekayaan budaya kita yang asli menjadi hilang akibat termakan arus tersebut. Jika kita dapat mempertemukannya dengan arus global dan bahkan sebuah prestasi juga jika bisa kita dapat mengglobalkan kekayaan lokal budaya ke manca negara. Budaya yang semakin terhubung satu sama lain merupakan gambaran budaya masa depan hadir dalam kebiasaan orang berinteraksi. Kita kini berada dalam masa transisi menuju pertemuan berbagai percampuran budaya secara menyeluruh, teknologi digital, gaya hidup serta identitas ruang secara fleksibel sebagai Budaya Masa Depan.
Menghadapi globalisme, Cultural Intelegence merupakan, etika dan skil berarsitektur hadir sebagai budaya baru yang masuk melalui fase kehidupan manusia, di mana ilmu pengetahuan menjadi lebih hangat dan mudah dipahami. Sebuah media yang menanamkan ilmu pengetahuan melalui nilai religiusitas yang lebih mengikat moral dan karakter melampaui ranah yang bisa dicapai oleh teori dalam dunia akademik.
Kontribusi teoretis utama sajian ini terletak pada formulasi glokalisasi fleksibel dari level biasa hingga radikal sebagai kerangka integratif yang menghubungkan globalisasi, identitas lokal, dan perkembangan teknologi dalam arsitektur.. Rekaman jejak lama yang menyimpan pengetahuan untuk menghadapi persoalan baru dapat mencegah ketidaksinkronan yang meminimalkan kegagalan dalam penerapan cultural intelligence, yaitu dengan memahami dan merespons konteks lokal secara tepat dalam proses perancangan dan pengembangan ruang.
Dalam penerapannya Arsitektur bagai kanvas yang terus berubah dan proyek tanpa akhir tanpa akhir ini dapat belangsung jika ruang ambang sebagai mediasi ruang local dan ruang global. Arsitektur seharusnya tidak hanya tampil tertata secara visual, tetapi juga tetap mampu mewadahi dinamika sosial masyarakat kota secara adil dan terbuka. Dalam aspek desain, ruang publik, pengembangan kawasan perlu mempertimbangkan karakter lokal yang tetap eksis meski sudah mengalami tranformasi kearah Arsitektur Transcultural.
Additional information
| Weight | 250 g |
|---|









Reviews
There are no reviews yet.