Buku MANIPOLITIK: Strategi Licik di Balik Pemilu Modern mengupas secara kritis wajah tersembunyi dari praktik demokrasi elektoral kontemporer yang kian kompleks dan sarat rekayasa. Melalui kegelisahan intelektual yang tajam, penulis menyoroti bagaimana pemilu tidak lagi semata menjadi arena adu gagasan dan program, melainkan juga medan operasi strategi manipulasi politik yang bekerja secara sistematis, terstruktur, dan sering kali luput dari kesadaran publik. Buku ini menempatkan pemilu modern dalam lanskap kekuasaan yang dipenuhi kepentingan, narasi, dan produksi makna politik yang tidak selalu transparan.
Dengan menitikberatkan pada perkembangan teknologi informasi dan media digital, buku ini menjelaskan bagaimana media massa, media sosial, algoritma, serta arus informasi yang masif telah mengubah cara opini publik dibentuk dan diarahkan. Berbagai praktik manipolitik, mulai dari propaganda digital, pembingkaian isu, eksploitasi emosi pemilih, hingga pembentukan citra semu kandidat, diuraikan secara sistematis dengan pendekatan psikologis, sosiologis, dan komunikatif. Pembahasan disusun untuk menunjukkan bahwa manipulasi politik kerap berlangsung secara halus, bertahap, dan persuasif, sehingga sulit dikenali oleh pemilih awam.
Disusun dengan gaya analitis yang tetap komunikatif, buku ini ditujukan sebagai referensi umum bagi akademisi, mahasiswa, praktisi politik, maupun masyarakat luas yang ingin memahami realitas lain dari pemilu modern. Lebih dari sekadar mengungkap praktik manipolitik, buku ini mendorong pembaca membangun kesadaran politik yang kritis, rasional, dan bertanggung jawab sebagai warga negara. Dengan demikian, MANIPOLITIK diharapkan menjadi kontribusi penting dalam penguatan literasi politik dan literasi digital, sekaligus bahan refleksi bersama untuk menjaga integritas pemilu dan kualitas demokrasi di masa kini dan masa depan.
Reviews
There are no reviews yet.