Blog

VARIASI PENULISAN RIMA DAN BARIS PANTUN MELAYU : Buku Monograf

Penulis
Wachid E. Purwanto

Kategori
Monograf

ISBN
dalam proses

Ukuran
15,5 x 23 cm

Halaman
vi, 56 hlm

Tahun Terbit
Maret 2023

Harga
Rp 45.000,-

Sinopsis buku

Secara historis pantun merupakan sebuah ekspresi lisan paling umum yang digunakan di Asia Tenggara. Pantun sudah tersebar selama kurang lebih 500 tahun sejak abad ke-15. Pantun tercatat sebagai salah satu produk kebudayaan Melayu yang sejak 1688 telah menjadi objek kajian para peneliti barat. Salah satunya adalah Francois-Rene Daillie yang kemudian menulis buku berjudul Alam Pantun Melayu: Studies on The Malay Pantun. Penyebaran pantun mengikuti dinamika perdagangan wilayah Semenanjung Malaka hingga abad ke-17 kemudian meluas ke hampir seluruh wilayah Nusantara.Pada tahun 1877 telah terbit sebuah buku berjudul Perhimpunan Pantun Melayu yang ditulis oleh Haji Ibrahim Datuk Kaya Muda. Beliau diyakini sebagai penulis pertama Melayu yang mengubah pantun dari tradisi lisan menjadi tradisi tulis Pada abad ke-19 pantun Melayu pernah mempengaruhi sastra dunia. Pantun dibawa masuk ke dalam sastra Prancis oleh Victor Hugo, Th. Gautier, dan Leconte de Lisle. Subgenre sastra yang disebut pantoum di dalam kebudayaan Prancis dan Inggris memiliki akar dari tradisi pantun. Pada tanggal 17 Desember 2020 tradisi pantun ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda dalam sidang ke-15 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Kantor Pusat UNESCO, Paris, Prancis. Pantun menjadi warisan budaya takbenda atas usulan negara Indonesia dan Malaysia.
Tradisi penciptaan pantun merupakan sebuah tradisi sastra yang terikat pola rima, baris dan baitnya. Secara umum pantun adalah salah satu jenis puisi lama yang memiliki pola rima abab. Satu bait terdiri atas empat baris, baris pertama dan kedua sampiran, baris ketiga dan keempat merupakan isi. Akan tetapi, pola “resmi” ini tidak selamanya baku. Ada variasi penulisan rima dan baris yang menyimpangi pola awal tersebut. Variasi penulisan baris menjadi hal unik dalam penciptaan pantun. Perubahan jumlah baris ternyata menjadi penyebab perubahan pola rima dalam pantun, meskipun variasi ini sudah jauh dari pola asli pantun, variasi tersebut tetap diakui seba

Write a comment