Blog

MODERASI BERAGAMA: SEBUAH DISKURSUS DINAMIKA KEAGAMAAN DI ERA KONTEMPORER

Penulis
Prof. Dr. K. H. Khairil Anwar, M.Ag.

Editor
Surawan, M.S.I.

Kategori
Buku Ajar

ISBN
978-623-174-180-6

Ukuran
15,5 x 23 cm

Halaman
x, 156 hlm

Tahun Terbit
Mei 2023

Harga
Rp 80.000,-

Sinopsis buku

Indonesia bukanlah negara agama dan bukan pula negara sekuler, tetapi negara beragama yang masyarakatnya religious. Indonesia juga negara yang memiliki keanekaragaman agama, suku, budaya, dan bahasa. Keanekaragaman tersebut adalah sunnatullah (keniscayaan) yang harus terus dijaga dan dirawat di tengah gempuran berbagai ideologi, ekstremisme, radikalisme, dan terorisme. Negara Indonesia yang religious ini didasarkan atas Pancasila, yang disepakati oleh pendiri bangsa (founding fathers) yang moderat dan toleran. Memang tantangan yang muncul pada relasi antar umat beragama ini pada tataran menempatkan dialog antar umat beragama sebagai bagian dari relasi keseharian yang menjadi kehidupan lebih bermakna. Bukan pada perdebatan tekstual yang kadang kontroversi muncul hanya pada aras kulit luar dari agama, bukan pada makna agama itu sendiri.

Dalam perspektif pemikiran Islam, implementasi konsep moderasi beragama tidaklah sempurna dan komprehensif kalau sasaran implementasinya terbatas hanya pada relasi sesama manusia, tanpa melibatkan implementasi relasi manusia dengan Allah, dan relasi manusia dengan lingkungan alam sekitarnya. Itulah sebabnya, dikenal dengan istilah Tri Relasi Moderasi Beragama (Triple Relationship of Religious Moderation).  Dengan demikian, tri relasi akan memberikan keharmonisan hidup bagi manusia, karena circle bangunan tersebut menciptakan keseimbangan dalam hidup. Apalagi di era kontemporer, dimana bombardier teknologi yang kian massif dihadapi dengan cara membentengi diri untuk selalu dekat dengan pencipta dan rasa empati terhadap sesama dan alam sehingga akan terhindar dari kerusakan. Untuk itu, mengimplementasikan tri relasi moderasi beragama akan memberikan jaminan keseimbangan dalam hidup yang penuh damai, rukun dan harmonis.

Write a comment